Sebuah Kompilasi
Jadi kamu menyodorkan kepadaku kotak putih berisi buku bersampul putih yang meskipun tertulis judul di depannya, masih kutanyakan kepadamu buku apa itu Kamu hanya tersenyum, berharap aku tak pernah melontarkan pertanyaan itu dan menemukan sendiri arti di balik senyummu Jadi aku pun menangkap gelagat itu dan melirik untuk membaca judul pada sampul yang kabarnya ditulis sendiri menggunakan tulisan tangan temanmu Kamu semakin lebar merekahkan senyum, hidungmu kembang kempis tak sabaran menunggu reaksiku setelah membaca judul, membuka halaman demi halaman, dan berpikir mungkin saat ini aku tengah menggenggam permainan kata-katamu Jadi aku pun tersenyum, menelusuri cepat Daftar Isi, berusaha memikirkan setidaknya satu saja kalimat romantis yang sepadan dengan rima puitis di hadapanku Kamu tersenyum Aku tersenyum Kamu menatapku Aku menutup buku Di sampulnya ada namaku