Posts

Showing posts from 2017

Sebuah Kompilasi

Jadi kamu menyodorkan kepadaku kotak putih berisi buku bersampul putih yang meskipun tertulis judul di depannya, masih kutanyakan kepadamu buku apa itu Kamu hanya tersenyum, berharap aku tak pernah melontarkan pertanyaan itu dan menemukan sendiri arti di balik senyummu Jadi aku pun menangkap gelagat itu dan melirik untuk membaca judul pada sampul yang kabarnya ditulis sendiri menggunakan tulisan tangan temanmu Kamu semakin lebar merekahkan senyum, hidungmu kembang kempis tak sabaran menunggu reaksiku setelah membaca judul, membuka halaman demi halaman, dan berpikir mungkin saat ini aku tengah menggenggam permainan kata-katamu Jadi aku pun tersenyum, menelusuri cepat Daftar Isi, berusaha memikirkan setidaknya satu saja kalimat romantis yang sepadan dengan rima puitis di hadapanku Kamu tersenyum Aku tersenyum Kamu menatapku Aku menutup buku Di sampulnya ada namaku

Kramat Kala Senja

Kramat selalu memanggilnya saat senja Ketika layar komputernya menunjukkan tiga puluh menit menuju pukul tujuh belas Ketika Tuhan mengingatkannya untuk bersuci dan bersujud Ketika pegal tubuhnya sudah menjalar ke punggung bagian atas Ketika pekerjaannya mengabur dan perlahan menjadi absurd Ia lelah Peluhnya sudah menjelma menjadi epidermis yang mengering terpapar oleh pendingin ruangan Ia lelah Pikirannya sudah terkuras oleh dinamika emosi yang mempermainkannya tanpa bosan Ia hanya... lelah.

Dua Puluh Enam

Puisiku hanya akan menjadi satu dari sekian ratus puisimu Yang telah kau tulis sejak enam tahun, dua belas tahun, atau delapan belas tahun yg lalu Ah, andaikan berdandan secantik-cantiknya berbuah satu saja puisi darimu Mungkin saat ini setengah saja dari sekian ratus puisi itu menjadi milikku Aku tidak berharap tulisan ini sebagus seperti saat hasratku menulis begitu tinggi Tidak, sayang, karena hanya di tanggal dua puluh enam aku ingin menulis Tentang aku, kamu, kita yang (mungkin) akan menjadi pasangan suami istri Tentang calon anak-anak kita dengan rekahan senyum mereka yang begitu manis Jikalau kita senantiasa merayakan hari ini pada enam tahun terakhir (Ya, ya, ini yang terakhir, sayang) Mungkin hari lain yang akan kita rayakan di sepuluh, dua puluh, tiga puluh tahun mendatang Dan tanggal dua puluh enam hanya akan menjadi kenangan manis yang bergulir PS: Aku membaca ulang puisi ini dan ini benar-benar jelek :")

Mandi

Terlalu banyak yang ia pikirkan ketika ia mandi Tangannya menyentuh keran namun pikirannya selalu ke mana-mana Tentang bagaimana di kantor ia akan menjalani hari ini Tentang warna bunga apa yang paling cocok untuk pertunangan temannya Tentang alat musik yang akan dibeli pacarnya untuk mengusir bosan dan sepi Atau tentang bagaimana cara meminta maaf kepadamu Sepi, mungkin kamu merasa sepi Ia hanya sementara, ia itu fana Kamu hanya setitik di antara jutaan titik cahaya Ia bagaikan nila dari sekian ratus warna Air mengisinya, pikiran mengusiknya syahdu Tentang berapa jauh ia berlari darimu Tentang berapa sering ia membentengi diri darimu Tentang bagaimana cara memasak yang baik untukmu Tentang keyakinannya dan perbedaanmu Dan tentang, tentu saja, bagaimana cara meminta maaf kepadamu Kemudian pikirannya terhenti Ia selesai mandi

Sekali Menulis Akan Terus Menulis

Menulislah, maka kamu akan terus menulis Interpretasi emosi, deskripsi tak berisi, bahkan kata-kata kosong penghibur hati Tuliskanlah, aku tidak peduli bagaimana jadinya nanti Apakah kumpulan aksara ini bisa menyentuh hatimu atau hanya mengerutkan dahimu Karena kamu tak pernah tahu apakah tentang awan berarak atau langit-langit retak yang akan tertulis nantinya Yang kamu tahu kamu hanya ingin menulis Betapa pun buruknya tulisanmu Betapa pun dangkalnya imajinasimu