Dua Puluh Enam
Puisiku hanya akan menjadi satu dari sekian ratus puisimu
Yang telah kau tulis sejak enam tahun, dua belas tahun, atau
delapan belas tahun yg lalu
Ah, andaikan berdandan secantik-cantiknya berbuah satu saja
puisi darimu
Mungkin saat ini setengah saja dari sekian ratus puisi itu menjadi
milikku
Aku tidak berharap tulisan ini sebagus seperti saat hasratku
menulis begitu tinggi
Tidak, sayang, karena hanya di tanggal dua puluh enam aku ingin menulis
Tentang aku, kamu, kita yang (mungkin) akan menjadi pasangan suami istri
Tentang calon anak-anak kita dengan rekahan senyum mereka yang begitu manis
Jikalau kita senantiasa merayakan hari ini pada enam tahun terakhir
(Ya, ya, ini yang terakhir, sayang)
Mungkin hari lain yang akan kita rayakan di sepuluh, dua puluh, tiga puluh tahun mendatang
Dan tanggal dua puluh enam hanya akan menjadi kenangan manis yang bergulir
PS:
Aku membaca ulang puisi ini dan ini benar-benar jelek :")
Comments
Post a Comment
COMMENTS