Posts

Showing posts from October, 2014

1096

Mungkin aku akan terbangun dan mengingat hari esok adalah hari ke-1096. Mungkin memori tentang 1096 hari yang lalu akan bermain di sel-sel kecil kelabu milikku dan aku akan bergegas mencari puisi mana saja yang kamu tuliskan tentangku. Tentang kita. Mungkin aku akan bersiap-siap dan berdandan secantik mungkin untuk pergi bersama denganmu ke Taman Mini. Mungkin. Namun seandainya aku tidak terbangun atau alzheimer mendadak bersarang di sel-sel kecil kelabu milikku, izinkan aku (setidaknya) mencoba menulis dengan indah sekali saja. 1096 hari yang bukanlah waktu yang singkat, dan aku selalu berdoa kepada Tuhan (yang sampai saat ini mungkin masih kamu ragukan) agar 1096 hari menjadi 1690 hari, lalu 1960 hari, bahkan 10960 hari, lalu mengekal abadi. Kamu bilang cinta berevolusi. Aku bilang cinta bersemi tanpa henti. Jika memang takdirku berpuisi, biarlah hati ini terus mencintai. Selamat Hari Ke-1096 :))))))))))) Love, D 26-10-14

Paradoks itu Benar Ada

Mungkin sudah saatnya kamu menoleh ke belakang dan mereka-reka. Betapa besarnya jasa pengajar SD dan betapa sabarnya guru-guru SMP. Pada saat SD mungkin kamu hanya melihat kata-kata "hiperbol", "eufemisme", "paradoks", "totem pro parte" tertulis di buku Bahasa Indonesia yang tanpa kamu ketahui akan kerap memusingkanmu di SMP. Ah, aku lupa, tentu saja kamu tidak akan pusing, kamu terlalu cerdas. Problem sesungguhnya justru baru dimulai selepas kamu meninggalkan bangku hangat SMP. Sekolah lanjutan terlalu dingin, kamu menemukan hiperbol dimana-mana, ironi di setiap perbincangan yang kamu sendiri lakoni, metafora tak terhingga, membuat hidupmu bagaikan alegori tak berujung yang penyair ciptakan. Mungkin kamu selalu beranggapan bahwa Pandawa adalah pars pro toto dari segala kebajikan di muka bumi. Sebagai akibatnya, Kurawa harus menyandang predikat kontradiksinya. Ya, semudah itulah manusia menarik silogisme tanpa premis yang memadai. Hanya sekedar...