Posts

Showing posts from June, 2020

2019

"Aku tidak bisa menulis di kala aku bahagia," katamu. "Benarkah?" ujarku. "Lalu bagaimana dengan mata pencaharianmu?" Kamu menghela napas panjang. "Tidakkah kamu memperhatikan? Aku sudah tidak menulis selama satu tahun. Satu tahun terbaikku!" Aku menggeleng tidak mengerti. Menulis adalah pelarianmu. Permainan kata-kata adalah candumu. Bagaimana mungkin di saat-saat terbaikmu kamu memutuskan untuk berhenti menulis? Kamu menatapku lembut seakan membaca pikiranku. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan, tahu," desahmu. Aku menoleh ke arahmu. Tubuhmu berbaring santai di padang rumput dengan kedua tangan terbentang dan mata terpejam. Senyummu merekah, berubah menjadi tawa bahagia saat semakin dalam aku menatapmu. "Kupikir setiap orang punya ketakutan yang berbeda-beda. Tapi nyatanya ketakutan semua orang sama," suaramu bagaikan nyanyian riang, sungguh tidak sepadan dengan kata-katamu. "Ketakutan apa itu?" tanyaku. ...

Sandra Anakku Sayang

Sandra anakku sayang, Ibumu adalah orang yang paling mencintaimu yang pernah kutahu Kamu adalah dunia ibumu, dan ibumu adalah duniamu Segalanya akan ia berikan kepadamu Waktu, energi, darah, air mata Peluh, nyanyi, amarah, tawa Sandra anakku sayang, Ibumu hanyalah seorang ibu biasa Ia tertawa saat bahagia Ia tetap tertawa saat pura-pura bahagia -- demi membahagiakanmu Ia tersenyum saat kamu tidak mau tidur Ia tetap tersenyum saat kamu tidak ingin makan Lalu ia memecah tangis dalam kesendirian pada titik terendahnya Sandra anakku sayang, Kamu harus maafkan ibumu jika suatu hari ia tak bermuka manis Menggigit bibir, menahan tangis Karena ibumu hanyalah ibu biasa Hatinya penuh cinta kepadamu, itulah mengapa Mengapa ia bersamamu siang dan malam terus-menerus Mengapa ia berpikir tentangmu tak putus-putus Mengapa kadang ia tak tidur karena hanya ingin memandangimu Mengapa kadang ia berpikir ia tak pantas menjadi ibumu Sandra anakku sayang, Kadang ibumu ingin lari saja dan tak kembali ...