Terkadang kita lupa. Lupa mencintai diri sendiri. Lupa menghargai usaha sendiri. Lupa cara untuk berbahagia. Lupa bahwa suatu saat air mata akan mengering juga. Awalnya kamu berpikir kamu akan bahagia merawat seseorang yang bukan kamu ataupun pasanganmu, makhluk mungil yang menyimpan banyak misteri, yang dengan wajah polosnya kamu lahirkan ke dunia. Kamu berpikir inilah yang kamu inginkan, menjadi seorang ibu atas seorang anak suci tak berdosa bagaikan kertas putih tanpa noda. Kamu ingin menjadi pelindungnya, pengasuhnya, menyayanginya dengan segenap hati dan pikiranmu hingga seakan kamu rela menjual jiwamu untuknya. Kamu membayangkan alangkah utuhnya kamu dan pasanganmu memiliki makhluk kecil di antara kalian. Sungguh definisi keluarga yang sempurna. Kesempurnaan itu hanya ada di dalam bayangmu. Tangis anakmu tak mau berhenti, menyusuinya pun terasa begitu menyakitkan karena kamu lakukan berulang-ulang per dua jam dengan posisi yang salah karena kamu belum mahir. Ya, kamu...