Perahu Keputusasaan

Di sini aku berdiam, di atas perahu keputusasaan
Mendayung sendu, mengarungi lautan dadu
Dadu nomor satu, dua, tiga, hingga dua ratus
Tunggu, bagaimana mungkin ada dadu berangka ratus?
Di sini aku terduduk, di atas perahu keputusasaan
Terbenam senja dan kertas-kertas yang berhamburan
Ah, kini aku tahu mengapa dadu ini mencapai ratusan
Kertas-kertas ini, mereka ada berlembar-lembar, ya kan?
Di sini aku tercenung, di atas perahu keputusasaan
Tenggelam dalam kebingungan dan sel-sel pencerna yang melemah
Tulisan-tulisan ini, mereka tak dapat diterjemahkan!
Hanya membaur dengan arus ketidakpastian yang menjamah
Di sini aku berbaring, di atas perahu keputusasaan
Kupejamkan mata dengan ringannya, acuhkan ombak yang datang
Akan kuhabiskan malam hingga menjelma menjadi fajar yang menyingsing perlahan
(Dan ketika besok aku membuka mata, yang terlihat hanyalah soal-soal ujian tak terdefinisikan yang memandangku berang)
PS: omong-omong, ujian ini adalah yang terabstrak sepanjang perkuliahanku, namun yang paling inspiratif karena mampu membuatku produktif di tengah malam buta.

Comments