Unspeakable

T O D A Y

is unspeakable.

Okay, jadi di sinilah gw, terpana membaca notes temen gw ANNISA ANDARIANI yang minta ditabok banget kalo ketemu. Masalahnya ini udah keenam kalinya gw membaca notes tersebut dan gw tetap berkaca-kaca (pertama baca sih nangis) saat meresapi maknanya. Hell guys, ini membunuh diri gw banget karena notes ini sangat pas menggambarkan apa yang gw rasakan dan menyadarkan diri gw betapa kosongnya hidup gw saat ini. Itu bener-bener deskriptif dan bikin hati gw kacau banget!

Okay guys, it's titled "Bulungan, saya pulang" and for the first time i read it, i felt like my brain shouted its mind louder and louder. Rasanya seperti sumsum tulang gw ditusuk-tusuk. Ada hawa aneh yang menjalari tubuh gw dan membuatnya merinding. Air dalam tubuh gw serasa berkumpul di satu titik dan mendesak untuk keluar. It's definitely weird and I could feel my cheek became so wet. Air itu telah meleleh keluar dari mata gw dan membanjirinya sangat, sangat lama. Gw ga tahan untuk tidak menangis walaupun saat itu gw dihadapkan dengan buku kalkulus dan dosen yang sedang mengajar.

Terlalu berharga. Terlalu sekali. Gw ga bisa bayangin kalo kemarin gw ga dateng GK, pasti jadi penyesalan seumur hidup bagi gw. Setiap kalimat, setiap kata, setiap huruf yang tercantum di notes itu adalah benar. Benar kalau gw merindukan 70 setiap hari. Benar kalau gw merasa 70 adalah rumah gw. Benar kalau gw masih merasa semuanya seperti baru terjadi kemarin. Benar kalau gw iri dengan mereka yang masih mengenakan seragam SMA dan berjingkrakan di depan panggung. Terlalu benar untuk kembali diungkapkan. Semua itu..tak terungkapkan dengan kata-kata. Unspeakable.

Saya ingat ketika pertama kali menginjakkan kaki di SMA 70
Ketika saya memandang gerbangnya dengan wajah berseri-seri
Ketika saya tahu saya akan bersekolah di situ

Saya ingat ketika hari pertama masa orientasi berlangsung
Ketika saya melihat siapa kakak-kakak saya
Yang kini telah saya anggap sebagai saudara

Saya ingat ketika kami dijadikan alas kaki
Cercaan, makian, sudah seperti makanan sehari-hari kami
Ketika untuk pertama kalinya kami melihat batu-batu bertebaran di jalan
Dan anak-anak SMA berlarian seperti semut

Saya ingat ketika kami berdiri sendiri
Di mana tidak ada lagi kakak-kakak kami
Dicerca oleh yang di atas kami, lebih sakit daripada dicerca oleh kaka-kakak kami sendiri

Saya ingat ketika kami sangat berkuasa
Ketika kamilah kakak-kakak itu
Ketika dengan susah payah kami mendidik adik-adik kami
Bahkan ketika mereka mengkhianati kami
Saya ingat semuanya

Saya ingat momen paling sedih bagi saya, bagi kami
Ketika kami mulai mencantumkan nama kami pada seragam putih abu-abu kami
Ketika kami menandai pakaian teman kami dengan tanda tangan kami
Kami sangat bahagia, kami sangat sedih
Segala rasa bercampur baur menjadi satu
Rasa kehilangan, rasa sepi, rasa senang, rasa saling memiliki
Dan ketika ada air yang disemburkan ke arah kami
Kami hanya bisa menangis
Berpelukan, tak ingin melepas ikatan yang telah kami bangun bersama
Tangis dan tawa menjadi satu
Di tengah suasana hati kami yang tak menentu
Kata-kata cinta, kata-kata rindu, kata-kata sayang
Ucapan janji akan bertemu kembali
Semua terlontar saat itu

Saya juga ingat ketika kami bertemu pada momen terakhir kami
Saat itu kami menampilkan penampilan terbaik kami
Tidak ada yang lebih cantik dan lebih tampan selain kami
Dalam balutan busana pilihan kami sendiri
Kami pun bernyani, berdansa dengan sepenuh hati kami
Satu momen yang akan selalu melekat di hati kami
Dan ketika lagu itu dikumandangkan
Kami ikut bernyanyi
Judulnya "Kisah Klasik untuk Masa Depan"
Kami kembali menangis
Tiba-tiba kami tak peduli lagi pada penampilan kami
Saya melihat ketika maskara-maskara itu luntur
Saya melihat sekalipun para lelaki juga meneteskan air mata
Saya tidak akan pernah lupa itu...

Saya terlalu emosional saat ini
Namun iu semua benar adanya
Semua yang mengalir dalam diri saya
Rasanya telah saya tuangkan di sini

Wew, I think I really love my ITF-VLV 70, kayaknya momen apapun yang bisa mempertemukan kami bakal bikin gw tambah kangen dan bukan tambah terobati rasa kangen itu sendiri. Kayaknya semua yang gw alami selama tiga tahun itu cepet banget, apalagi masa-masa aud..masanya bersenang-senang. Semua kenangan adalah kenangan favorit gw, apalagi hari kelulusan. Sedihnya baru terasa saat itu...sampai sekarang.

All you have to know is that I love you, my ITF-VLV...

I don't wanna close my eyes
I don't wanna fall asleep
Cause I miss you, babe
And I don't want to miss a thing
Cause even when I dream of you
The sweetest dream would never do
I'd still miss you, baby
And I don't want to miss a thing

(Gw inget banget lagu ini pas jamannya prom RVZ-RSN dinyanyiin sama Tompi, dan ini mengena banget di hati mereka sebagaimana ini mengena di hati gw)

Love,


Dinda Odong

Comments