Stupid Things
T O D A Y
I feel like I wanna scream loudly
Semakin hari menjelang perpisahan kita, perasaan itu semakin kuat. Canda tawa di sekolah yang biasa kita lontarkan kini hanya tinggal kenangan. Segala yang telah menjadi rutinitas selama ini akan segera hilang ditelan waktu. Tangis haru karena surprise ulang tahun, teriakan penyemangat saat nonton bulcup, forum-forum di lamandau, berantem dengan sahabat sendiri, semua itu hanya akan menjadi serpihan-serpihan asing yang tak tergantikan selepas Juni 2009. Jikalau kita melihat ke belakang, terlalu banyak hal-hal menyenangkan untuk diingat, hal-hal menyedihkan untuk ditangisi, hal-hal mengharukan untuk dikenang, dan hal-hal tak terlupakan untuk diingat.
Namun di samping banyaknya memori yang tertinggal, selalu ada saja kejadian yang mengingatkan pada momen-momen itu. Beberapa minggu yang lalu misalnya, momen foto buku tahunan Batavia3. Semua anak perempuan berpakaian di kamar mandi. Mulai dari memakai seragam pramugari, memasang stoking, sampai mengepas heels. Dan jeritan itu, jeritan di saat pintu kamar mandi terayun membuka tatkala perempuan-perempuan di dalamnya masih berganti baju, terlalu mengingatkan pada saat-saat sebelum menampilkan tarian saman, salah satu tarian kebanggaan Trads 70. Rasanya seperti deja vu. Seolah roda-roda itu berputar bagai mesin waktu, membawa kepada sejuta kenangan tentang tari itu.
Hal-hal seperti inilah yang disebut hal-hal bodoh. Kalau kau sudah tahu akan segera berpisah dengan orang-orang yang kaucintai, banyak-banyaklah menghabiskan waktu dengan mereka. Namun hal itu tak kulakukan, aku malah melakukan hal terbodoh yang pernah ada dan benar-benar BODOOOOH untuk dilakukan; aku melupakan ulang tahun sahabatku.
Jikalau kau menemukan seseorang yang sangat mirip denganmu dalam hal karakter, dan kau menemukannya tepat di samping bangku kelasmu, kuberitahu, jangan sia-siakan dia. Jangan lupa akan ulang tahunnya. Jangan sakiti dia. Karena dialah yang menemanimu selama setahun penuh tepat di sampingmu, di dalam kelas yang berisi anak-anak yang memperhatikan pelajaran selain kau dan dia, teman sebangkumu. Karena dialah tempatmu berbagi kesenangan dan kesedihan serta kegilaan yang hanya kalian mengerti maknanya. Karena dialah satu-satunya orang yang selalu secara kebetulan memikirkan hal yang sama dengan yang kaupikirkan. Karena hanya dialah yang mengirimkan sms sepanjang 4 part saat kau berulang tahun padahal kau sendiri lupa akan hari ulang tahunnya.
Aku mulai menangis pilu saat mengingat ini kembali, kejadian 3 hari yang lalu saat aku bertemu dengannya. Pertama dia menolakku untuk memeluknya dan mengatakan betapa menyesalnya aku karena lupa akan hari yang penting baginya itu. Namun akhirnya dia memelukku, mengatakan dia mengerti, bahwa semua baik-baik saja, dan ya, dia memang kecewa, tetapi itu tak masalah baginya. Aku tahu sekali tidak ada yang baik-baik saja, semuanya salah, aku salah, aku sangat bersalah. Apa pun takkan dapat mengobati rasa kecewanya yang mendalam terhadapku.
Maaf sahabatku, yang bisa kuucapkan hanyalah maaf...
Hati ini tak pernah bisa berdusta
Saat sesal yang dirasanya, maka sesal lah yang terasa
Saat sedih yang dicecapnya, maka sedihlah yang tercecap
Maaf hanyalah satu dari sekian ribu kata yang terhatur dari hati yang bersalah ini
Maaf
Maaf
Maaf
I feel like I wanna scream loudly
Semakin hari menjelang perpisahan kita, perasaan itu semakin kuat. Canda tawa di sekolah yang biasa kita lontarkan kini hanya tinggal kenangan. Segala yang telah menjadi rutinitas selama ini akan segera hilang ditelan waktu. Tangis haru karena surprise ulang tahun, teriakan penyemangat saat nonton bulcup, forum-forum di lamandau, berantem dengan sahabat sendiri, semua itu hanya akan menjadi serpihan-serpihan asing yang tak tergantikan selepas Juni 2009. Jikalau kita melihat ke belakang, terlalu banyak hal-hal menyenangkan untuk diingat, hal-hal menyedihkan untuk ditangisi, hal-hal mengharukan untuk dikenang, dan hal-hal tak terlupakan untuk diingat.
Namun di samping banyaknya memori yang tertinggal, selalu ada saja kejadian yang mengingatkan pada momen-momen itu. Beberapa minggu yang lalu misalnya, momen foto buku tahunan Batavia3. Semua anak perempuan berpakaian di kamar mandi. Mulai dari memakai seragam pramugari, memasang stoking, sampai mengepas heels. Dan jeritan itu, jeritan di saat pintu kamar mandi terayun membuka tatkala perempuan-perempuan di dalamnya masih berganti baju, terlalu mengingatkan pada saat-saat sebelum menampilkan tarian saman, salah satu tarian kebanggaan Trads 70. Rasanya seperti deja vu. Seolah roda-roda itu berputar bagai mesin waktu, membawa kepada sejuta kenangan tentang tari itu.
Hal-hal seperti inilah yang disebut hal-hal bodoh. Kalau kau sudah tahu akan segera berpisah dengan orang-orang yang kaucintai, banyak-banyaklah menghabiskan waktu dengan mereka. Namun hal itu tak kulakukan, aku malah melakukan hal terbodoh yang pernah ada dan benar-benar BODOOOOH untuk dilakukan; aku melupakan ulang tahun sahabatku.
Jikalau kau menemukan seseorang yang sangat mirip denganmu dalam hal karakter, dan kau menemukannya tepat di samping bangku kelasmu, kuberitahu, jangan sia-siakan dia. Jangan lupa akan ulang tahunnya. Jangan sakiti dia. Karena dialah yang menemanimu selama setahun penuh tepat di sampingmu, di dalam kelas yang berisi anak-anak yang memperhatikan pelajaran selain kau dan dia, teman sebangkumu. Karena dialah tempatmu berbagi kesenangan dan kesedihan serta kegilaan yang hanya kalian mengerti maknanya. Karena dialah satu-satunya orang yang selalu secara kebetulan memikirkan hal yang sama dengan yang kaupikirkan. Karena hanya dialah yang mengirimkan sms sepanjang 4 part saat kau berulang tahun padahal kau sendiri lupa akan hari ulang tahunnya.
Aku mulai menangis pilu saat mengingat ini kembali, kejadian 3 hari yang lalu saat aku bertemu dengannya. Pertama dia menolakku untuk memeluknya dan mengatakan betapa menyesalnya aku karena lupa akan hari yang penting baginya itu. Namun akhirnya dia memelukku, mengatakan dia mengerti, bahwa semua baik-baik saja, dan ya, dia memang kecewa, tetapi itu tak masalah baginya. Aku tahu sekali tidak ada yang baik-baik saja, semuanya salah, aku salah, aku sangat bersalah. Apa pun takkan dapat mengobati rasa kecewanya yang mendalam terhadapku.
Maaf sahabatku, yang bisa kuucapkan hanyalah maaf...
Hati ini tak pernah bisa berdusta
Saat sesal yang dirasanya, maka sesal lah yang terasa
Saat sedih yang dicecapnya, maka sedihlah yang tercecap
Maaf hanyalah satu dari sekian ribu kata yang terhatur dari hati yang bersalah ini
Maaf
Maaf
Maaf
ohh dammit'
ReplyDelete