Rebutlah Hari Ini

T O D A Y

Cogito ergo sum

Gw lupa pepatah ini artinya "Aku berpikir maka aku ada" atau "Rebutlah hari ini" ya? Yang jelas kata-kata ini sering terngiang-ngiang di benak gw meskipun gw lupa apa artinya. Kata-kata dari orang besar ini pasti punya arti yang besar pula. Jadi tolong izinkan gw beranjak sebentar dan mencari arti kata-kata ini ya...

Damn, gw salah hahaha..."Rebutlah hari ini" itu "Carpediem" sedangkan "Aku berpikir maka aku ada" ya "Cogito ergo sum". Maaf atas ketidaksiapan gw nulis blog tecinta ini ya...

Gw yakin pencipta "Carpediem" bukan orang sembarangan yang suka ngarang-ngarang ga jelas kayak gw dan merugikan negara karena filosofinya yang dianggap ngawur (loh...?). "Rebutlah hari ini"...hmm...serangkaian kata yang memiliki makna mahadahsyat tak tersurat namun tersirat di dalam setiap huruf-hurufnya."Rebutlah hari ini" bisa berarti tentang waktu. "Rebutlah hari ini" bisa berarti tentang impian. Bisa jadi...tentang cinta. Tentang manusia. Tentang Dia.

Hanya ada segelintir orang yang memahami hubungan manusia dengan Penciptanya. Termasuk gw jugalah...gw di sini kan cuma numpang ngomong ngawur dan berbahasa sok melankolis (hahaha!). Padahal gw yakin seratus persen hubungan manusia dengan Tuhan itu penting banget. Kalau ditanya, untuk apa kita hidup di dunia ini? Untuk beribadah. Untuk Tuhan. Mengapa manusia belajar? Mengapa manusia bicara? Mengapa manusia punya mimpi? Karena Tuhan.

Menurut pikiran-pikiran sok tau gw, ada tiga alasan kenapa Adam dan Hawa diturunkan ke bumi. Yang pertama, karena bandel. Ya, bandel! Kenapa bandel? Ya iyalah, anak kecil bandel juga dihukum sama orang tuanya...apalagi Adam dan Hawa, dua insan pertama yang baru diciptakan tetapi udah melanggar aturan. Dari sini kita bisa ngambil pelajaran, kakek-nenek moyang kita aja udah bandel dari sononya, apalagi kita-kita. Udah ketahuan dari jaman baheula kalo manusia itu ga ada puas-puasnya.

Yang kedua, karena ada penggoda. Penggoda=wanita=setan. Di sini maksudnya yang berperan sebagai penggoda itu wanita dan setan, bukan wanita itu setan yang menggoda. Eh, gimana ya? Ya, pokoknya yang namanya manusia itu kalo dipancing dikit aja, wiiih! Pasti langsung ilang deh tuh segala pikir panjang yang rasional. Nah, tapi menurut gw alasan yang paling menarik adalah yang ketiga.

Yang ketiga itu karena merekalah manusia-manusia sok tau seperti kita ini bisa hidup di bumi. Coba dipikir ya, dipikir, dipikir...kalau saja Adam tida pernah memakan buah khuldi, dia ga bakal diturunkan ke bumi dan bersama Hawa memiliki anak cucu buyut sampe bejibun kayak sekarang. Yang ada juga sekarang ini kita udah enak-enakan mandi susu di surga tanpa ada dosa yang membebani. Hal ini yang membuat gw berpikir, kalau takdir itu memang Tuhan yang menentukan, mengapa Dia ga bikin Adam nurut sama Dia dan ga makan buah khuldi itu? Jadi kita semua para manusia sok tau ga usah susah-susah hidup di bumi dengan segala aturan-Nya.

Setelah gw telaah baik-baik, ADUH, pikiran gw yang satu itu bener-bener sok tau! SOK TAU! SALAH BESAR! Siapa yang bilang hidup di dunia kekal nan indah yang dari tadi gw omongin itu mudah? Siapa yang tahu kalau di surga itu ga ada aturannya? Gini deh, akhirnya gw berpikir lagi, kalau logisnya ya, yang paling logis ya, kalau emang udah takdir kita semua idup di bumi tempat sekarang kita tinggal ini, berarti itu semua bukan karena Adam. Kalaupun Adam ga memakan buah khuldi itu, suatu hari pasti ADA seseorang yang memakannya supaya dia dihukum, disuruh turun ke bumi. Kenapa? Biar kita semua idup di bumi. Kenapa? Karena udah takdir. Kenapa begitu? Ya ga tau. Kenapa Tuhan menakdirkan itu? YA MANA GW TAU. Biarkan saja itu menjadi rahasia Tuhan.

Gw suka akan misteri. Seru! Inti dari kata-kata kosong gw hari ini, apa pun yang telah Tuhan rencanakan dan jadikan, itu semua adalah rahasia-Nya. Kita ga tau apa yang akan terjadi besok. Kita ga tau siapa yang akan menjadi jodoh kita. Kita ga tau kenapa dunia ga adil (tapi Tuhan adil, kok!). Semua itu rahasia. Sebab hari kemarin adalah sejarah, hari ini adalah anugerah, dan hari esok adalah misteri.

Hari ini=anugerah. Jadi ga salah kan kalau gw menyuarakan "Carpediem!" untuk menyemangati semua orang yang banyak bertanya-tanya dan selalu mau tau kayak gw? Hari ini adalah anugerah yang patut disyukuri karena betapa pun buruknya hari ini, betapa pun sakit hatinya kalian hari ini, betapa pun marahnya kalian hari ini, itu semua hanya bagian dari rahasia Tuhan yang hanya berlangsung sementara di dunia fana ini. Jadi, please, ayo, silakan, marilah kita rebut hari ini.

Love,

Dinda

Comments

  1. sudut pandang kemanusiaan lo bagus deh, gw ga pernah sadar masa lalu, hari ini, dan besok punya meaning yang begitu dalem. Filosofi yang cukup oke, hehehe gw kira lo asal ngomong, piss love and gahul =)

    sorry baru gw baca juni...

    ReplyDelete

Post a Comment

COMMENTS