National Exam = Dead End/Wayout?

T O D A Y

"Narocobnya fuck, kap!"

demikian isi sms temen tersayang gw Nadia Tiara Budiono a.k.a. Miyo, seorang siswi kelas XII A-3 a.k.a. Batavia 3 SMAN 70 kepada bokapnya seusai ngerjain UN Biologi tadi tepat pukul 13.00. Yang lebih mengejutkan, sms balasan dari bokapnya cukup membuat hati gw tersentuh dan menyadari betapa dangkalnya pikiran anak SMA jaman sekarang, termasuk gw. Gw lupa gimana persisnya isi sms itu, tapi yang jelas intinya "Our succeed doesn't depend to somebody else, it depends to how we get it". Widiiiihhh...gile ga tuh. Emang ya, yang namanya kata2 orang tua ga bakal ada matinya...

Sebenernya gw ga mau ngebahas masalah ini (ga mau munafik aja), tapi yang mau gw bahas ya kata2 bokap Miyo itu. Bener sih bener, bener banget malah, ga mungkin ga benerlah, udah pasti bener sekali (u&5%##*$$@!!0). Tapi yaa, kesuksesan itu ga lepas dari pengaruh orang lain. Orang lain yang berperan besar dalam teraihnya kesuksesan kita. Salah satu contoh aja, guru gw waktu SMP (agaknya gw terlalu sering cerita soal SMP ya) yang bernama Bu Endang yang telah mengajarkan Bahasa Indonesia yang membuat gw sampai sekarang ga pernah lupa dengan apa aja yang diajarkannya (saking bagusnya beliau mengajar). I will never forget her for sure!! She's like my mommy, I love her just the way she is (udah kaya lagu aja).

Wew, kayaknya udah melenceng jauh ya dari posting title ini, hahaha, jadi yang mana nih, Dead End or Wayout? Hahaha, gw pribadi milih wayout lah...sejijik2nya gw sama soal biologi tadi (yang sama sekali ga ada bakteri streptococcus yang sempet bikin gw gila kemaren), cuma dengan cara ini gw bisa say goodbye to my lovely high-school times :) Amiiin...

Kalo kata Confucius "Our greatest glory is not in never falling, but raising everytime we fall". Kata-kata ini yang selalu membangkitkan gw dari keputusasaan ataupun kejatuhan. Mau kayak gimana pun hasil UN gw ntar, mau bikin gw jatuh kek, terbang kek, itu semua ga lepas dari lika-liku perjalanan hidup seorang wanita bernama DINDA yang penuh warna! Terima kasih untuk para pujangga, penyair, filsuf, atau makhluk bernama manusia manapun yang dapat merangkaikan kata2 indah penyemangat hati ini...Insya Allah gw lulus...Amiiiiiiiiiiin...amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin...amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin...Hehehe.

Once more, special thanks to Kahlil Gibran with his wonderful poems...

Love,

Dinda

Comments